Pentingnya Kolaborasi Pengembangan Pokdarwis, Dispar Kukar Ajak Masyarakat Terlibat Langsung

img

Bidang Pengembangan Pariwisata, M. Ridha Fatrianta. (pic:dokposkotakaltimnews/tanty)


POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis desa.

 

Kesadaran warga desa terhadap potensi wisata lokal semakin meningkat, terbukti dari banyaknya usulan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang masuk ke Dispar Kukar.

 

Hal tersebut diungkapkan Kabid Bidang Pengembangan Pariwisata M. Ridha Fatrianta saat ditemui Poskotakaltimnews, pada Jumat (20/06/2025).

 

Ia mengungkapkan dalam hal ini pihaknya turun langsung ke sejumlah desa untuk melakukan sosialisasi dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Pokdarwis.

 

Bahkan pihaknya sudah melakukan kunjungan, sosialisasi, pendampingan hingga penyerahan SK Pokdarwis di beberapa desa-desa yang ada di Kukar, yang dalam hal ini telah menjalankan dan mengelola potensi wisata diwilayahnya.

 

“Jadi ada beberapa desa yang sudah kami lakukan kunjungan yaitu ke Desa Sanggulan, Muara Ritan, Manunggal Jaya, dan salah satu desa di Kecamatan Marangkayu,” ujar Ridha.

 

Ridha juga mengungkapkan langkah ini menjadi pijakan awal untuk mendorong kemandirian desa dalam mengelola potensi wisatanya.

 

Dirinya juga mengaku Dispar Kukar juga tengah merancang program lanjutan berupa pelatihan dan sertifikasi guna meningkatkan kapasitas Pokdarwis dan pelaku usaha wisata di desa.

 

"Kami tidak hanya menyerahkan SK, tetapi juga membangun pemahaman bersama tentang pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan wisata,” katanya.

 

Ridha juga menekankan kehadiran Pokdarwis bukan sekadar hanya formalitas, melainkan wadah kolaboratif antara warga dan pemerintah.

 

Ia juga menyebutkan pihaknya telah mengagendakan program pelatihan dan sertifikasi yang ditargetkan akan berlangsung pada akhir Juni 2025.

 

 “Kami masih melakukan penyesuaian anggaran, namun pelaksanaannya tetap kami upayakan sesuai jadwal,” tutur Ridha.

Melalui pendekatan partisipatif ini, Ridha berharap terbangun sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan destinasi wisata. (Adv/Tan)